This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, 3 April 2019

Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan


Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan

Pada zaman dahulu, seseorang yang bisa membangun kerajaan dan menjadi penguasa pada umumnya adalah seorang keturunan bangsawan. Tapi tidak demikian halnya dengan kerajaan Tumapel atau Singasari.

Kerajaan ini tidak didirikan oleh seseorang dengan status bangsawan. Ken Arok yang merupakan pendiri kerajaan ini sebenarnya berlatar belakang sebagai pencuri.



1. Asal-usul Ken Arok yang Tidak Jelas


Tidak ada yang benar-benar tahu asal-usul Ken Arok. Namun dikisahkan, ia adalah putra Gajah Para dari desa Campara (Blitar) dan Ken Ndok dari desa Pangkur (Blitar). Meski begitu, ada juga yang menyebutkan bahwa Ken Arok bukanlah anak dari Gajah Para, melainkan terlahir karena Ken Ndok bersetubuh dengan seorang Brahma.

Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan
Patung Ken Arok

Gajah Para yang marah kemudian meninggalkan Ken Ndok. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa perbuatan tidak senonoh yang membuat Ken Ndok hamil tersebut adalah pemerkosaan dan yang dilambangkan sebagai dewa Brahma adalah orang yang berkuasa di wilayah tersebut dan tidak lain adalah Tunggul Ametung. Sehingga hal ini membuat Ken Arok sebenarnya adalah anak dari Tunggul Ametung sendiri.

Ken Ndok yang melahirkan putranya tanpa suami akhirnya membuang anaknya karena malu. Saat itulah bayi tersebut ditemukan oleh seorang pencuri bernama Lembong. Karena dibesarkan oleh seorang pencuri, maka ia juga akhirnya tumbuh menjadi seorang berandalan yang gemar mencuri dan berjudi sehingga membuat Lembong banyak hutang.



2. Menjadi Perampok yang Ditakuti di Kawasan Kerajaan Kadiri

Lembong yang merasa terbebani akhirnya mengusir Ken Arok. Saat berkelana itulah ia kemudian bertemu dengan Bango Samparan, seorang penjudi dari desa Karuman (Garum, Blitar). Bango Samparan kemudian mengasuhnya karena dianggap sebagai pembawa keberuntungan.

Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan
Candi Singasari [Image Source]

Meski begitu, Ken Arok tidak betah tinggal bersama keluarga Bango Samparan. Pasalnya, Bango Samparan memiliki 5 orang anak yang akhirnya merasa cemburu karena Ken Arok dianggap istimewa. Ken Arok kemudian kembali mengembara dan ia bertemu dengan Tita, dari desa Siganggeng (Malang). Bersama Tita, keduanya malah menjadi pasangan perampok yang paling ditakuti di seluruh Kadiri. Bahkan banyak perampok lain yang akhirnya bergabung dengan komplotan Ken Arok.


3. Bertemu dengan Brahmana yang Membantunya Menjadi Raja

Ken Arok kemudian bertemu dengan brahmana dari India, Lohgawe. Ia yakin bahwa Ken Arok adalah titisan Wisnu yang dicarinya. Lohgawe berkata bahwa dirinya akan membantu Ken Arok mendirikan sebuah kerajaan, namun ia harus merebut kekuasaan Tunggul Ametung terlebih dulu.

Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan
Patung Prajnaparamita yang dipercaya sebagai penggambaran Ken Dedes

Lohgawe yang dihormati akhirnya berhasil membuat Ken Arok menjadi pengawal Tunggul Ametung. Saat itulah ia bertemu dengan Ken Dedes untuk pertama kalinya dan langsung jatuh hati padanya. Dari situlah Ken Arok bertekat untuk membunuh Tunggul Ametung dan merebut Ken Dedes.


4. Merebut Kekuasaan Tunggul Ametung

Singkat cerita, Ken Arok kemudian memesan sebuah keris sakti dari Mpu Gandring. Mpu Gandring meminta waktu satu tahun, namun Ken Arok tidak sabar dan meminta waktu 5 bulan. Meski akhirya disetujui, keris tersebut ternyata belum jadi setelah 5 bulan. Mpu Gandring yang menolak memberikan keris tersebut akhirnya justru dibunuh oleh Ken Arok dengan kerisnya sendiri. Mpu Gandring yang sekarat kemudian mengutuk keris tersebut bahwa keris itu akan membunuh 7 orang termasuk Ken Arok sendiri.

Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan
Ilustrasi pembuat keris [Image Source]

Di sinilah kelicikan Ken Arok kemudian muncul. Ia memberikan keris tersebut kepada Kebo Ijo, teman sesama pengawal. Kebo Ijo yang begitu bangga dengan keris tersebut selalu membawa keris itu kemanapun ia pergi, sehingga setiap orang tahu bahwa keris tersebut adalah milik Kebo Ijo.

Ketika Kebo Ijo sedang mabuk, Ken Arok kemudian mencuri keris tersebut dan membunuh Tunggul Ametung yang sedang tertidur pulas. Ken Dedes sebenarnya mengetahui kejadian tersebut, namun ia menyimpan rahasia tersebut karena sudah jatuh hati pada Ken Arok serta karena ia dulu menikahi Tunggul Ametung karena terpaksa.

Kebo Ijo sendiri akhirnya dihukum mati karena dituduh membunuh Tunggul Ametung. Ken Arok kemudian mengangkat diri sebagai akuwu atau penguasa Tumapel dan menikahi Ken Dedes, meski saat itu ia mengandung anak dari Tunggul Ametung.


5. Memberontak dari Kerajaan Kadiri

Tumapel sendiri sebenarnya merupakan bagian dari Kerajaan Kadiri. Namun Ken Arok kemudian terus memperluas wilayah sehingga dianggap membangkang. Para Brahmana yang berselisih dengan Kertajaya, raja Kadiri kemudian pindah ke Tumapel dan meminta perlindungan Ken Arok yang sedang mempersiapkan pemberontakan.

Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan
Candi Jago kerajaan Singasari 

Dengan dukungan dari para Brahmana, Ken Arok menyatakan Tumapel sebagai kerajaan merdeka yang lepas dari Kadiri. Maka selanjutnya terjadilah peperangan antara Kadiri dan Tumapel yang berakhir dengan kalahnya Kertajaya. Kemudian kerajaan Tumapel diganti namanya menjadi Kerajaan Singasari yang hanya bertahan sebentar yaitu dari tahun 1222 hingga 1292.

Ken Arok memang berhasil mendirikan sebuah kerajaan, tapi toh pada akhirnya kerajaan tersebut tidak bisa bertahan lama. Ken Arok mati dibunuh oleh Anusapati yang merupakan putra dari Tunggul Ametung. Dan konflik perpecahan antar keluarga akhirnya juga justru membuat kerajaan ini tidak bisa bertahan. 

Mungkin inilah gambaran jelas sejarah bahwa kesuksesan yang diraih dengan jalan kecurangan atau kejahatan tidak akan bertahan lama.

Jerman 1918-1933 : Pampasan Perang dan Penduduk Jerman.. 0 profile picture gilbertagung KASKUS Plus #15 22-03-2019 08:10 #22,465 Quote: Original Posted By mikhaelruumi019 ► 1. kenapa Prusia / Austria tidak langsung mengambil Alsace-Lorraine saja saat Perancis nyerah ? kenapa Bisa tetap berada ditangan perancis ? sampe tahun 1870 ? btw saat Perancis nyerah, sekutu gk ada niatan buat Mecah Perancis kah ? bangkitin clan2 lama kaya Burgundy gitu.. Austria waktu nyerah kan langsung di pecah... 2. entah kenapa ane gk suka sama nada sumbang tentang Nazi, tak bermaksud menbenarkan tapi kalo Sekutu gk semena-mena di 1919 ane yakin Nazi gk akan separah itu... 3. btw kenapa ya Polandia ini kok kaya dimanja/anak emas sekutu, Waktu ww 1 terus ww2 dikasih wilayah terus, sampe Lebarnya ngalahin Jerman.. 1) Sepertinya berdasarkan hasil Kongres Wina, wilayah Prancis diatur seperti pas tahun 1789. Jadi, Alsace dipertahankan. Ini juga dilakukan agar balance of power di Eropa terjaga. Kalau Prancis dihancurkan, Prusia bisa dominan di Eropa. Waktu itu big five Eropa adalah Inggris, Prancis, Austria, Prusia, dan Rusia. Austria nyerah ini tahun 1806 (HRE) atau 1918 (Austria-Hongaria)? 2) Sebenarnya memang perlakuan Sekutu yang keras menjadi salah satu sebab kebangkitan chauvnisme dan Nazi di Jerman tahun 1930an, meski baru benar-benar terkatalis karena Great Depression. Tetapi, nasionalisme Jerman lagi kuat-kuatnya sejak unifikasi 1871. 3) Poland ini bangsa yang selalu dibully tetangganya. Selama 123 tahun sejak 1795, lenyap dari peta dunia. 1918, dipulihkan. 1939, lenyap lagi dari peta dunia. 1945, dipulihkan lagi tapi jadi boneka Soviet. Tahun 1918, sebagai cara menghukum Jerman. Tahun 1945, sebagai kompensasi karena timur Poland dicaplok Soviet. Sebenarnya, masih lebih luas Jerman kok. Selisihnya sekitar 45 ribu km2. 0 profile picture tuhanparadewa Kaskuser #16 23-03-2019 09:56 Quote: Original Posted By gilbertagung ► Rencananya 3 bagian. Tapi cuma sampai 1933. Sesuai judulnya. Ottoman banyak kerjasama militer dengan Jerman. Modernisasi senjata dan pelatihan teknis. Jerman juga berkepentingan mempertahankan Ottoman agar bisa membangun jalur kereta Baghdad-Berlin. Italia walaupun punya pakta aliansi dengan Jerman dan Austria-Hongaria, gak ada kewajiban ikut perang dengan mereka. Karena Jerman dan Austria-Hongaria memulai perang di pihak ofensif (menyatakan perang duluan). 1915 ------------------------------- 288 hari menuju tahun 2020.emoticon-Ultah makasih atas penecrahannya gan emoticon-Cendol Gan 1 profile picture profile picture gilbertagung KASKUS Plus #17 23-03-2019 11:02 #22,476 Quote: Original Posted By tuhanparadewa ► makasih atas penecrahannya gan emoticon-Cendol Gan Sama-sama gan. 0 profile picture Reizkyzx Kaskus Maniac #18 23-03-2019 23:43 Mantul infonya gan,emoticon-Matabelo Baru tau ane klo isi perjanjian Versailles sesadis itu, wajar aj klo abis tu banyak rela mati demi Hitler,emoticon-Matabelo Info ni ga pernah ada kayanya di Channel natgeoemoticon-Ngakak, 1 profile picture gilbertagung KASKUS Plus #19 24-03-2019 00:00 #22,483 Quote: Original Posted By Reizkyzx ► Mantul infonya gan,emoticon-Matabelo Baru tau ane klo isi perjanjian Versailles sesadis itu, wajar aj klo abis tu banyak rela mati demi Hitler,emoticon-Matabelo Info ni ga pernah ada kayanya di Channel natgeoemoticon-Ngakak, Sebenarnya kalau rajin membaca bisa banyak tahu kok. ------------------------------- 283 hari menuju tahun 2020.emoticon-Ultah Diubah oleh gilbertagung 24-03-2019 00:17 0 profile picture Reizkyzx Kaskus Maniac #20 24-03-2019 17:21 Quote: Original Posted By gilbertagung ► Sebenarnya kalau rajin membaca bisa banyak tahu kok. ------------------------------- 283 hari menuju tahun 2020.emoticon-Ultah Kebetulan ane ga rajin baca buku yg banyak tulisannya gannemoticon-I Love Indonesia 0 Halaman 1 dari 4 1 2 › » Balas Thread Thread Sebelumnya Thread Selanjutnya icon-recommended RThread Rekomendasi Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952 Sejarah & Xenology infantry-vs-infantry--pemberontakan-batalyon-426-tahun-1952 Kisah Laporan Ancaman Sejumlah Kapal Perang Johor Di Sungai Batanghari Khusus Buat Agan kisah-laporan-ancaman-sejumlah-kapal-perang-johor-di-sungai-batanghari Bantuan kemanusiaan Turki Ottoman selama Great Hunger Irlandia(1845-1849) Sejarah & Xenology bantuan-kemanusiaan-turki-ottoman-selama-great-hunger-irlandia1845-1849 Jerman 1918-1933 : Hiperinflasi dan Kudeta Sejarah & Xenology jerman-1918-1933--hiperinflasi-dan-kudeta Alsace wilayah Prancis yang sangat Jerman Sejarah & Xenology alsace-wilayah-prancis-yang-sangat-jerman icon-hot-thread Hot Threads KPU Gelar Sosialisasi Pemilu ke 170 Perwakilan Luar Negeri Berita dan Politik kpu-gelar-sosialisasi-pemilu-ke-170-perwakilan-luar-negeri KPU Ingatkan Amien soal People Power: Jangan Selesaikan di Jalanan Berita dan Politik kpu-ingatkan-amien-soal-people-power-jangan-selesaikan-di-jalanan Akuisisi Freeport disebut cuma pura-pura Beritagar.id akuisisi-freeport-disebut-cuma-pura-pura KPK Singgung Kebocoran Pendapatan Negara: Harusnya Dapat Rp 4000 T Berita dan Politik kpk-singgung-kebocoran-pendapatan-negara-harusnya-dapat-rp-4000-t Waktu Berakhir, Ta Rp 135.000 jam-tangan-bonia-164 Subscribe Forum Agan belum login. Silakan login untuk subscribe forum. © 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.an

Jerman 1918-1933 : Pampasan Perang dan Pendudukan


Jerman 1918-1933 : Pampasan Perang dan Pendudukan
Tahun-tahun pasca-Perang Dunia I dari tahun 1918 hingga 1933 adalah saat yang berat bagi bangsa Jerman. Meski tidak mengalami kerugian dan kerusakan langsung akibat perang seperti Prancis, Jerman, dengan nama resmi Republik Weimar, dibebani kewajiban ganti rugi yang besar yang sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari di Jerman. Ini pada akhirnya akan menimbulkan hiperinflasi dan upaya kudeta di Jerman.

Klik gambar untuk menuju sumber gambar

Ganti Rugi Perang
Jerman 1918-1933 : Pampasan Perang dan Pendudukan
Suasana Konferensi Damai Paris tempat penghakiman bagi Jerman pada 1919.

11 November 1918, hari yang nahas bagi Kekaisaran Jerman. Tujuan kekaisaran untuk mengamankan "tempat di Matahari" (Imperium kolonial yang luas) pupus. Gencatan senjata disahkan oleh perwakilan Jerman dan Prancis di sebuah kereta uap di Hutan Compiegne dekat Paris. Ini secara resmi mengakhiri Perang Dunia atau Perang Besar, namanya hingga saat itu. Ottoman, Austria-Hongaria, dan Bulgaria sudah menyerah terlebih dahulu dan dua hari sebelumnya, Jerman telah diproklamasikan sebagai republik setelah Kaisar Wilhelm II turun tahta dan mengungsi ke Belanda.

Bagi tentara Jerman, yang menganggap diri mereka tidak menyerah atau dikalahkan oleh Sekutu, gencatan senjata ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap mereka yang dilakukan oleh pemerintahan yang pada November 1918 dikuasai oleh Partai Sosial Demokrat. "Mitos Ditusuk dari Belakang" (Dolchstosslegende) menjadi hal yang menghantui para veteran dan bangsa Jerman dan menjadi bahan bakar bagi balas dendam mereka hampir seperempat abad kemudian.

Konferensi Damai Paris resmi dibuka. Seakan ingin mempermalukan Jerman, Sekutu memilih tempat yang sama dengan tempat kelahiran Jerman sebagai sebuah bangsa yang utuh pada 18 Januari 1871, Aula Kaca Istana Versailles. Dahulu, tempat ini menjadi tempat dinobatkannya Raja Prusia, Wilhelm I sebagai Kaisar Jerman setelah memenangi Perang Prancis-Prusia 1870. Sekarang, tempat ini menjadi tempat bagi Sekutu, khususnya Prancis, "mengeksekusi mati" Kekaisaran Jerman.

Perjanjian damai dengan Jerman, Perjanjian Versailles, disahkan pada 28 Juni 1919, tepat 5 tahun setelah Adipati Agung Franz Ferdinand ditembak mati di Sarajevo dan memicu Perang Dunia I. Delegasi Jerman harus menandatanganinya segera tanpa protes. Menolak menandatangani, bahkan hanya meminta revisi perjanjian saja, memiliki konsekuensi berupa invasi Sekutu ke wilayah Rheinland dalam 24 jam. Perjanjian damai terpisah juga disepakati dengan empat sekutu Jerman lain.

Perjanjian ini membuat Jerman kehilangan 65 ribu kilometer persegi wilayah pra-perang yang dihuni 7 juta jiwa. Wilayah ini ditransfer ke Prancis, Denmark, Belgia, Cekoslovakia, Polandia, dan Lithuania. Danzig menjadi kota bebas dan Saar berada di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa melalui Prancis hingga kembali ke Jerman pada 1936 melalui sebuah referendum pada 1935. Mereka juga kehilangan semua koloni seberang lautannya seperti Gambia, Kamerun, dan sebagian Papua Nugini. Perjanjian ini juga membatalkan Perjanjian Versailles 1871 dan Perjanjian Frankfurt 1873, juga Perjanjian Brest-Litovsk 3 Maret 1918 yang memberikan 3,4 juta kilometer persegi wilayah Rusia (dan sebagian besar sumber daya ekonominya) ke Jerman.

Jerman 1918-1933 : Pampasan Perang dan Pendudukan
Perubahan wilayah Jerman setelah Perjanjian Versailles.

Pembatasan juga diberlakukan terhadap militer Jerman. Angkatan Laut Jerman juga hanya boleh memiliki 6 kapal perang, 6 kapal penjelajah, 12 kapal perusak, 12 kapal torpedo, dan 1.500 personil. Namun, Jerman memutuskan menenggelamkan seluruh armada lautnya pada 22 Juni 1919 setelah menyadari apapun keputusannya, kapal-kapal tersebut tak akan diizinkan untuk kembali ke Jerman. Pasukan darat juga dibatasi hanya sebesar 100.000 orang yang berarti banyak yang dipecat untuk memenuhi kuota ini. Penggunaan tank, pesawat tempur, dan peralatan artileri berat juga dilarang.

Namun, konsekuensi terberat bagi Jerman dari perjanjian ini adalah ganti rugi perang yang harus mereka tanggung sebagai pihak yang bertanggung jawab "sepenuhnya" atas perang agresif. Jerman harus membayar kepada Sekutu sebesar 132 miliar mark yang setara dengan 31,4 miliar dolar AS atau 6,6 miliar poundsterling (kini setara dengan 442 miliar dolar AS atau 284 miliar poundsterling). Namun, Jerman hanya wajib membayar sebesar 50 miliar mark dan sisanya dapat dibayar saat Jerman memiliki kemampuan untuk membayarnya. Ekonom legendaris Inggris, John Maynard Keynes, yang hadir dalam konferensi tersebut, mengkritik ganti rugi perang yang ia anggap berlebihan dan terlalu memberatkan. Ia mengatakan perdamaian ini sebagai "Perdamaian Carthaginian", sebuah perdamaian yang brutal dengan menghancurkan musuh sekeras mungkin.

Meski telah disepakati pada 1919 dan pembayaran dimulai pada 1921, namun efek dari perjanjian ini akan sangat terasa pada 1923.

Pendudukan di Ruhr
Jerman 1918-1933 : Pampasan Perang dan Pendudukan
Tentara Prancis di Ruhr, Jerman, 1923. Pada 1923, sebagai akibat ketidakmampuan Jerman membayar cicilan ganti rugi perang, Prancis dan Belgia menduduki wilayah Ruhr.

Pada 1922, Jerman gagal memenuhi kewajiban pembayaran cicilan ganti rugi Perang Dunia I. Sebagai respon, Prancis dan Belgia menduduki wilayah Ruhr yang terletak bersebelahan dengan kedua negara pada 11 Januari 1923. Tujuan pendudukan ini adalah menguasai kawasan industri dan pertambangan batu bara untuk memperoleh batu bara dan hasil produksi industri secara langsung sebagai bentuk pembayaran tersebut.

Pekerja dan polisi Jerman melakukan perlawanan pasif terhadap pendudukan tersebut dengan melakukan mogok kerja. Meskipun demikian, Prancis berhasil memperoleh batu bara yang mereka inginkan dengan menggunakan pekerja mereka sendiri dan menahan pemimpin buruh dan polisi setempat.

Pemerintah Jerman mendukung upaya ini dan menggaji mereka dengan uang yang dicetak berlebihan, ini akan mendorong hiperinflasi yang buruk pada tahun tersebut.

Perlawanan terhadap pendudukan berlangsung hingga September 1923 namun pendudukan baru berakhir pada 25 Agustus 1925.

Pendudukan ini, bersama hiperinflasi, terbukti berhasil meningkatkan posisi tawar Jerman di hadapan Sekutu. Setelah 1923, pampasan perang Jerman akan dikurangi secara signifikan sehingga Jerman mampu membayar cicilannya dan mengalami booming ekonomi hingga 1929.

Demikian thread dari saya kali ini. Bagian kedua akan membahas mengenai hiperinflasi dan percobaan kudeta yang terjadi di Jerman pada tahun 1923. Terima kasih telah membaca thread ini dan semoga hari Anda menyenangkan.

Jerman 1918-1933 : Pampasan Perang dan Pendudukan
Goldstein, Erik. 2002. The First World War Peace Settlements : From Versailles to Locarno, 1919-1925. Harlow : Pearson Education.
Referensi I
Referensi II
Referensi III
Referensi IV
Referensi V
Referensi VI
Referensi VII
Referensi VIII
Referensi IX
Referensi X
Referensi XI

Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952

Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952
Past Hot Thread
Pada masa awal kemerdekaan, Republik yang baru masih banyak mengalami pergolakan terutama di daerah yang merasa kurang puas dengan kebijakan dari pemerintah pusat. Dari rasa ketidakpuasan ini muncul benih gerakan separatisme di berbagai daerah. Di Jawa khususnya di Jawa Barat sendiri muncul gerakan Darul Islam yang merupakan sebuah gerakan yang memproklamirkan diri sebagai Negara Islam Indonesia dengan Kartosuwiryo sebagai pemimpinnya. Gerakan ini menjadi populer karena mengusung gerakan untuk mendirikan sebuah negara islam yang menggunakan hukum islam di dalamnya. Banyak rakyat yang tergoda dengan janji yang diberikan oleh Darul Islam dan rakyat yang mengikuti Darul Islam menganggap Darul Islam sebagai jawaban atas keadaan mereka yang seakan ditinggalkan oleh Pemerintah RI dimana saat itu di daerah Jawa Barat ditinggalakan oleh Pemerintah RI dampak dari Perjanjian Renville. Dengan hijrahnya Divisi Siliwangi dari Jawa Barat semakin memberikan keleluasaan kepada Darul Islam untuk berkembang di Jawa Barat bahkan sampai melakukan pelebaran kekuasaan ke daerah Jawa Tengah dan berencana sampai menguasai seluruh Jawa. 


Peta Jawa selama Perjanjian Renville
Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952


Paham Darul Islam melakukan perembesan dari kawasan Jawa Barat menuju ke Jawa Tengah melalui seorang yang telah berbaiat kepada Darul Islam yang bernama Amir Fatah. Ia menyebarkan paham radikalnya itu di kawasan Tegal Brebes. Pada saat itu Tegal Brebes adalah sebuah wilayah yang merupakan perbatasan antara kawasan RI dengan Kawasan pendudukan Belanda. Di kawasan itu Amir Fatah awalnya mendirikan sebuah kawasan yang dijadikan daerah boneka yang diploklamirkan mendukung Darul Islam. Setelah memiliki basis yang kuat selanjutnya adalah Amir Fatah cs ini melakukan infiltrasi paham mereka supaya bisa masuk ke dalam tubuh TNI. Sasaran mereka adalah Batalyon 423 dan Batalyon 426, tujuan dipilihnya kedua batalyon tersebut juga sangat beralasan. Yon 423 dan Yon 426 adalah batalyon yang dibentuk melalui peleburan laskar yang berideologi islam yang kuat. Yon 423 awalnya adalah barisan Sabilillah yang dibentuk pada masa pemerintahan Jepang dan terus berjuang terutama dalam mempertahankan kemerdekaan yang dikomandani oleh Mayor Basuno. Sedangkan Yon 426 adalah bekas pasukan Hizbullah yang dikomandani oleh Mayor Munawar, pasukan ini berengalaman dalam mempertahankan kemerdekaan di front Mranggen, Demak. diadakan ReRa (restrukturasi dan rasionalisasi) dalam tubuh TNI, pasukan tersebut dilebur dalam kesatuan TNI setingkat Batalyon yang dinamakan Yon 423 “Sunan Murio” dan Yon 426 “Sunan Bintoro”. Pada kenyataannya, kedua Yon ini anggotanya adalah penganut islam yang keras dan radikal yang banyak anggotanya merupakan simpatisan Darul Islam. Yon 423 dan Yon 426 mulai banyak disusupi paham Darul Islam yang terbukti pada saat Yon 423 menjaga kawasan Tegal Brebes mereka memberikan bantuan peluru dan senjata pada gerombolan Amir Fatah, gerombolan yang seharusnya mereka tumpas.

Yon 423 dan Yon 426 sering melakukan rapat gelap dan rahasia dengan Amir Fatah untuk melaksanakan sebuah pemberontakan yang bertujuan melakukan perluasan wilayah ke Jawa Tengah. Setelah beberapa rapat di berbagai tempat diadakan ditetapkan lah sebuah tanggal yang dinamakan Hari ‘H’ yaitu tanggal 12 Desember 1951, sebelum tanggal itu mereka melakukan beberapa persiapan antara lain pembagian wilayah tanggung jawab, suplai amunisi, bahkan sampai menyembunyikan senjata di dalam tanah guna mengelabui intel TNI. Namun dari pihak TNI yaitu TT IV Diponegoro ternyata sudah memcium kebusukan yang dilakukan kedua Yon tersebut. Petunjuk tersebut didapat dari beberapa kecurigaan antara lain, ditemukan sebuah dokumen yang dibawa oleh seorang komandan TII yang tewas terbunuh di daerah Brebes yang di dalam dokumen tersebut menuliskan rencana pemberontakan Yon 423 da Yon 426. Dari pihak TT IV Diponegoro awalnya melakukan pendekatan secara persuasif, untuk Yon 423 mengalami rotasi yaitu pemindahan dari medan tugasnya dari Brebes keluar Jawa yaitu ke Pulau Seram yang bertujuan menghindari semakin merasuknya paham Darul Islam. Untuk Yon 426 dilakukan pemanggilan pada komandan mereka yaitu Mayor munawar selaku DanYon 426 dan Kapten Sofyan selaku komandan Kompi 1. Namun dari panggilan yang dilayangkan hanya mayor munawar saja yang datang tidak dengan Kapten Sofyan yang memilih mangkir dan menyatakan memberontak. Kapten Sofyan bahkan mempersenjatai Yon 426 di Kudus untuk melakukan desersi dan memajukan rencana pemberontakan.

Kapten Sofyan
Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952


Pihak TT IV Diponegoro merespon gerakan Kapten Sofyan tersebut dengan menyiapkan pasukan untuk melakukan pengepungan di Kudus dan menganggap gerakan Yon 426 sebagai pemberontakan dan desersi yang harus ditumpas. Dugaan mereka diperkuat dengan dibunuhnya Mayor Basuno komandan Yon 423 di rumahnya di Jatingaleh yang dianggap gagal menghentikan dihentikannya pemindahan Yon 423 keluar Jawa. Yon 426 dan Yon 423 yang di proyeksikan akan menjadi kekuatan utama pemberontakan gagal dan melakukan pemberontakan prematur yang hanya berkekuatan Yon 426. Yon 426 berkekuatan 5 Kompi dimana 2 Kompi pimpinan Kapten Alief sedang menjalani pemusatan latian di Dodik Magelang. Kolonel Subroto selaku Panglima TT IV Diponegoro memerintahkan 3 batalyon melakukan pengepungan yaitu Yon 424, 421, dan 425 yang dilengkapi satu Kompi Kaveleri yang dikomandani oleh Mayor Pratono. Mereka melakukan pengepungan Yon 426 di markas mereka di Kudus. Situasi menjadi genting dan kacau, dimana terjadi hadap hadapan antar pasukan TNI. Sebuah pemandangan yang janggal padahal saat menghadapi Belanda mereka pernah bahu membahu berjuang beriringan sekarang mereka berhadap hadapan.

Pada pukul 05.00 WIB markas Yon 426 sepenuhnya terkepung, Mayor Pratono selaku komandan pengepungan mengultimatum supaya Yon 426 dan Kapten Sofyan mau menyerah dan bersedia di lucuti. Namun muncul jawaban dari dalam markas Yon 426 untuk berfikir sejenak selama 10 menit. Hal itu dikabulkan oleh Mayor Pratono, namun belum selesai diberikan waktu 10 menit terdengar rentetan senjata yang masif dari dalam markas Yon 426. Pasukan TNI yang mengepung membalas dengan sengitnya. Namun kondisi kurang menguntungkan bagi pasukan pengepung dimana posisi mereka kurang strategis, sedangkan Yon 426 bertahan di balik dinding markas yang mereka jadikan sebagai basis pertahanan yang kuat. Pasukan TNI yang mengepung sempat kualahan, muncul ide untuk membakar habis markas Yon 426 namun dicegah oleh Mayor Pratono karena tidak menginginkan korban sia sia dari sipil yang pemukimannya berada disekitarnya. Beberapa jam kontak senjata, hujan deras turun yang mengakibatkan kontak senjata terhenti. Hal ini digunakan sebagai upaya untuk Yon 426 melarikan diri dari kepungan TNI. Mereka berhasil melarikan diri dan terus bergerak ke Selatan menuju daerah Klaten yang direncanakan sebagai basis tujuan pergerakan mereka. 

Pasukan TNI masa penumpasan Eks Yon 426
Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952


Mendengar induk pasukannya memberontak, sisa Yon 426 pimpinan Kapten Alief yang berada di Magelang ikut melakukan pemberontakan. Walaupun sudah dijaga untuk tetap berada di dalam dodik di Magelang, mereka mengelabui pasukan penjaga dan bergerak ke selatan menuju Klaten, tempat dimana pemberontakan direncanakan untuk meletus. Yon 426 bergerak secara teratur menuju titik yang telah direncanakan, gerakan yang mereka lakukan sangat rapi persis menggunakan taktik militer reguler dan juga Yon 426 banyak melakukan gerakan gerilya pada masa revolusi fisik. Untuk itu TT IV Diponegoro membentuk sebuah operasi khusus untuk mengatasi pemberontakan Yon 426 yang dinamakan Operasi Merdeka Timur (OMT) yang di komandani oleh Letkol Moch Bahrun. Kekuatan yang dikerahkan untuk operasi ini tidak main main, total 13 Batalyon dikerahkan untuk memadamkan pemberontakan Yon 426. Kesatuan dari Yon 408, Yon 421, Yon 422, Yon 424, Yon 425, diperkuat oleh kesatuan polisi yang bernama Mobile Brigade (Cikal Bakal Brimob), korps Artilery, Kompi Kaveleri, dan juga bantuan udara dari AURI (TNI AU) yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mobilisasi TNI yang pertama kali menggabungkan kesatuan infantri, kaveleri, artilery dan angkatan udara untuk pertama kali. Hal ini tidak mengherankan karena yang di hadapi juga merupakan ancaman yang serius yaitu Yon bekas TNI yang bersenjatakan senjata organik TNI dan lengkap dengan ideologi ekstrim kanan. 


mobilisasi TNI untuk penumpasan
Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952


Pemberangusan Yon 426 dibagi dua, dipecah untuk memadamkan dari Jurusan Kudus yang dipimpin oleh Kapten Sofyan dan dari jurusan Magelang yang di pimpin oleh Kapten Alief. Operasi dimulai dengan melakukan pengejaran di daerah Ngupit, Jatinom yang dilakukan oleh Yon 419 dengan bantuan serangan mortir yang gencar memaksa pemberontak mengundurkan diri dari Ngupit, Jatinom. Untuk membersihkan daerah itu ditambah bantuan yaitu pasukan dari Brigade Mangkubumi sebanyak dua kompi (Batalyon 413), 1 Kompi dari B-412, serta 1 peleton Eskadron Lapis Baja. Tidak tahan menghadapi gempuran pasukan TNI, pasukan eks B-426 memilih mundur dan melarikan diri ke arah Dawar, Boyolali. Akan tetapi pergerakan mereka dihadang oleh satu kompi B-416 dan satu peleton Mobrig. Dari tempat ini mereka mundur lagi ke arah Tulung, Malangan dan Ngunut. Akhirnya, mereka pun berhasil lolos dari sergapan.


pasukan kepolisian (mobile brigade)
Infantry VS Infantry : Pemberontakan Batalyon 426 tahun 1952


Melihat keadaan yang begitu genting, Komandan B-417, Mayor Soenaryo, memerintahkan perlawanan. Pasukan B-417 merangsek maju. Pertempuran jarak dekat pun tak terhindarkan lagi. Namun malang bagi Mayor Soenaryo, dalam pertempuran dirinya gugur akibat tertembak oleh pasukan pemberontak dalam baku tembak dekat yang berjarak lima meter. Sedangkan di pihak musuh, Kapt. Sofyan terkena tembakan dan mengalami luka-luka. Setelah merasa tidak dapat mempertahankan pasukannya dan daerah teritorinya, sisa pasukan eks Yon 426 kabur menuju daerah Tegal brebes untuk bergabung dengan jaringan Darul Islam yang lain. Dalam pelariannya itu, mereka terus dikejar oleh pasukan TNI yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa.
Kapten Sofyan dinyatakan meninggal ketika terjadi penyergapan oleh TNI dan jenazahnya di bawa ke Wonogiri. Sisa pelarian eks Yon 426 bergabung dengan sel darul islam Amir Fatah sampai ahirnya mereka akan di tumpas sepenuhnya oleh TNI. Pemberontakan Yon 426 menjadi pelajaran berharga untuk TNI dimana TNI kedepannya memiliki program pembinaan ideologi pancasila untuk memastikan anggotanya teta setia dan berideologi pancasila dan tidak mudah disusupi paham yang bertentangan dengan pancasila. Dan juga untuk pertama kalinya, sejak menjadi organisasi kemiliteran bernama TNI, taktik pasukan kombinasi yang terdiri atas Infantri, Artileri, dan Kaveleri disertai dengan dukungan pasukan udara baru pertama kali terlaksana dan hasinya cukup efektif walaupun dengan beberapa kekurangan namun koordinasi TNI terbilang bagus dan sukses memberantas pemberontakan tersebut. Apalagi yang dihadapi adalah pasukan profesional yang pernah berada di bawah naungan TNI serta memakai senjata organik TNI yang mengakibatkan perlu treatmen serius dalam mengatasinya.

SUMBER :
SUMUR 1

Alasan Mengapa Malaysia Lebih Populer daripada Indonesia

Alasan Mengapa Malaysia Lebih Populer daripada Indonesia

Alasan Mengapa Malaysia Lebih Populer daripada Indonesia


Malaysia merupakan negara tetangga yang memiliki hubungan paling dekat dengan Indonesia. Maklum, Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara bertetangga yang memiliki ikatan sejarah yang kuat. Makanya dari segi budaya dan bahasa kedua negara memiliki banyak persamaaan. Walau terkenal dekat dan memiliki banyak persamaan, namun hubungan Indonesia dan Malaysia juga cukup sering mengalami konflik.

Kalau dilihat dari segi populasi dan luas wilayah, Malaysia jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia. Namun kenyataannya dunia internasional lebih mengenal Malaysia daripada Indonesia. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Berikut adalah beberapa alasannya.

Malaysia diuntungkan dari segi nama negara

Alasan Mengapa Malaysia Lebih Populer daripada Indonesia

Sumber : Researchgate.net


Nama Malaysia memiliki makna yang jauh lebih luas daripada negara Malaysia itu sendiri. Malaysia yang bermakna tanah Melayu dapat merujuk negara-negara asia tenggara lainnya yang juga memiliki ras Melayu. Diantaranya adalah Indonesia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Sebelumnya Filipina juga pernah berniat memakai nama Malaysia walau akhirnya batal.

Indonesia sendiri pernah diusulkan memiliki nama yang serupa, yaitu Melayunesia. Sebenarnya nama Melayunesia jauh lebih cocok untuk Indonesia sebab mayoritas penduduk Indonesia merupakan ras Melayu. Sementara nama Indonesia yang kita gunakan saat ini memiliki arti Kepulauan Hindia. 

Pariwisata Malaysia lebih maju

Alasan Mengapa Malaysia Lebih Populer daripada Indonesia

Sumber : Thecoverage.my


Sektor pariwisata berperan penting menaikan pamor suatu negara dikancah internasional. Negara yang memiliki pariwisata yang maju biasanya membuat wisatawan betah dan ingin berkunjung kembali ke negara tersebut. Malaysia sendiri memiliki industri pariwisata yang sudah jauh lebih maju dibandingkan Indonesia. Warga di sana memiliki kesadaran yang tinggi sehingga sangat jarang dijumpai sampah berserakan dan fasilitas yang dirusak.

Pada tahun 2018 Malaysia dikunjungi oleh 25,83 juta wisatawan mancanegara. Angka tersebut jauh diatas jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Indonesia dikunjungi oleh 15,81 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2018. Walau kalah jauh daripada Malaysia, namun Indonesia sudah mulai memiliki banyak perbaikan disektor pariwisata.

Paspor Malaysia lebih Kuat

Alasan Mengapa Malaysia Lebih Populer daripada Indonesia

Sumber : Thestar.com.my


Paspor Malaysia tergolong salah satu yang paling kuat di dunia. Kuatnya paspor suatu negara dihitung berdasarkan jumlah negara yang menerapkan bebas visa terhadap negara bersangkutan. Untuk Malaysia sendiri ada 157 negara di dunia yang menerapkan bebas visa dan membuat Malaysia berada diperingkat 6 dunia. Sementara Indonesia  hanya ada 70 negara yang menerapkan bebas visa dan berada diperingat 64 dunia. Bahkan paspor Indonesia masih kalah kuat dibandingkan Thailand dan Timor Leste.

Referensi :
https://nasional.kontan.co.id/news/j...an-selama-2018
https://seasia.co/2018/02/27/new-mos...ia-2018-ranked
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hi...nding-malaysia
Encyclopedia of European and Asian Regional Geology karya E.M. Moores, Rhodes W. Fairbridge

Ada Sejarah Panjang Sebelum Pendiri Masjid Kubah Emas Tutup Usia

Ada Sejarah Panjang Sebelum Pendiri Masjid Kubah Emas Tutup Usia

Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais atau yang lebih dikenal sebagai pendiri Masjid Kubah Emas di Depok tutup usia. Perempuan yang kerap disapa Dian Al Mahri tersebut meninggal di usianya yang menginjak 70 tahun.

Buat agan-agan yang tinggal di Depok pasti udah nggak asing dengan masjid ini kan? Karena nggak cuma sebagai tempat ibadah umat Muslim, masjid ini juga jadi sarana wisatawan dari luar kota untuk sekedar singgah atau mengagumi keindahannya.

Agan-agan yang belum pernah tau Masjid Dian Al Mahri ini pasti penasaran kan? Yuk kita ulas satu-satu setiap sudutnya!


spoiler
Ada Sejarah Panjang Sebelum Pendiri Masjid Kubah Emas Tutup Usia

Kenapa dinamai Masjid Kubah Emas? Ini bukan sekedar nama Gan, tetapi memang kubahnya terbuat dari emas murni 22 karat. Menariknya lagi, masjid ini punya 5 kubah yang dilapisi emas. Terdapat 6 menara juga yang melambangkan rukun iman.

Itupun juga punya makna, yaitu melambangkan rukun Islam. Satu lagi, yang membuat unik. Masjid ini punya dua sebutan nama. Masjid Kubah Emas dan Masjid Dian Al Mahri. Nama Dian diambil dari sang pendiri dan nama Mahri diambil dari putra terakhirnya.





spoiler
Ada Sejarah Panjang Sebelum Pendiri Masjid Kubah Emas Tutup Usia

Berdiri di atas tanah seluas 50 hektar, bangunan masjidnya memiliki luas 800 meter dengan dikelilingi taman yang asri. Untuk sampai di bangunan masjid, GanSis akan melewati taman dengan beragam jenis tanaman.





spoiler
Ada Sejarah Panjang Sebelum Pendiri Masjid Kubah Emas Tutup Usia

Nggak kalah megah dengan bagian luarnya, pas GanSis masuk ke bagian dalam siap-siap melongo deh. Gimana enggak?

Di bagian dalam masjid bisa melihat sebuah mimbar yang berlapis emas juga. Sementara tepat di bawah kubah masjid, pengunjung dapat melihat pemandangan langit dengan awan-awan.

Selain itu, di tengah-tengah terdapat sebuah bola lampu kristal yang memiliki ukuran sangat besar. Lampu ini konon didatangkan langsung dari Italia dengan berat sekitar 8 ton.




spoiler
Ada Sejarah Panjang Sebelum Pendiri Masjid Kubah Emas Tutup Usia

Eits, jangan sedih dulu Gan. Nggak cuma itu saja kemewahannya. Masjid yang dibangun dengan arsitektur khas Timur Tengah ini juga dinobatkan sebagai masjid termegah di Asia Tenggara.

Hingga saat ini, Masjid Kubah Emas dikunjungi oleh lebih dari 50 ribu pengunjung setiap akhir pekan. Gokil kan!




spoiler
Ada Sejarah Panjang Sebelum Pendiri Masjid Kubah Emas Tutup Usia

Bicara soal Masjid Kubah Emas nggak lengkap kalau nggak membahas pendirinya. Yup, Ibu Hj. Dian Al Mahri yang tutup usia hari ini adalah seorang dermawan asal Banten. Beliau memang terkenal sebagai sosok yang suka sedekah. 

Ada sejarah panjang sebelum beliau membangun Masjid Kubah Emas. Awalnya beliau membeli sebuah tanah di Brunei Darussalam untuk investasi. Rupanya tanah yang ia beli mengandung minyak bumi dan akhirnya dibangun pertambangan di sana.

Ia pun berjanji pada diri sendiri untuk menginfakkan setengah keuntungan dari pertambangan tersebut. 

Bahkan, 
berdasarkan informasi warga bukti kedermawanan beliau yang lain adalah jalan raya meruyung yang di cor dan hotmix oleh beliau karena banyaknya bus yang lewat terutama pada hari libur yang datang dari berbagai daerah Indonesia yang mengunjungi Masjid Kubah Emas Depok ini.




Ada nilai yang bisa diambil dari sosok Ibu Hj Dian Al Mahri ini GanSis. Bahwa harta yang kita memiliki tidak semata-mata semuanya untuk kita. Sekecil apapun nilai dan bentuknya, sebagai umat manusia kita harus senantiasa berbagi dan bersyukur.

Wednesday, 20 March 2019

Kisah Kentang Jadi Bahan Pangan di Eropa

Kisah Kentang Jadi Bahan Pangan di Eropa

Kisah Kentang di Eropa
Antoine-Augustin Parmentier

Antoine-Augustin Parmentier. Lahir di Montdidier 12 Agustus 1737, wafat 13 Desember 1813 dikenang sebagai promotor yang vokal tentang kentang sebagai sumber makanan bagi manusia di Perancis dan di seluruh Eropa. Banyak kontribusinya yang lain untuk nutrisi dan kesehatan termasuk mendirikan kampanye vaksinasi wajib cacar pertama (di bawah Napoleon, dimulai pada tahun 1805, ketika ia menjadi Inspektur Jenderal Layanan Kesehatan) dan memelopori ekstraksi gula dari beets. Parmentier juga mendirikan sekolah pembuatan roti, dan mempelajari metode mengawetkan makanan dengan cara pendinginan.

Parmentier adalah orang yang membuat kentang populer dan lazim dikonsumsi di Perancis pada tahun 1700-an. Ketertarikannya pada kentang dimulai saat ia ditangkap dalam Perang Tujuh Tahun dan dipenjara di Prussia, saat dipenjara kentang adalah makanan sehari-harinya. Di Prussia kentang adalah makanan yang lazim untuk dikonsumsi berbeda dengan orang Prancis yang menganggap bahwa kentang adalah makanan babi dan pakan ternak lainnya, selaras dengan anekdot masyarakat, pada tahun 1748, Parlemen Prancis melarang orang menanam kentang karena mereka berpikir kentang dapat menyebabkan kusta.


Quote:


Quote:


Quote:


Source
Source
Source

Cara PKI Jualan Isu Kemiskinan dan Sentimen Anti-Asing

Cara PKI Jualan Isu Kemiskinan dan Sentimen Anti-Asing

tirto.id - Di luar citra buruk yang dibangun sepanjang era Orde Baru, PKI tergolong partai sukses sebelum diberangus pada 1965. Kejayaan PKI terjadi sejak Pemilu 1955. Ketika itu PKI menempati urutan keempat dalam pemilu dan sukses menempatkan 39 wakil di kursi DPR dan 80 wakil di Konstituante.

Mengapa banyak yang memilih PKI di tahun 1955?

Salah satu kunci pentingnya adalah kampanye PKI soal isu kemiskinan. Meski PKI dibenci setengah hidup oleh kelompok-kelompok politik mayoritas di Indonesia, tapi jurus jualan kemiskinannya diamalkan dengan baik. Tak hanya kemiskinan di kota, tapi juga kemiskinan di desa. Di kota ada buruh, di desa ada tani. Karena kemiskinan mereka, dua golongan itu potensial jadi pemilih PKI dalam pemilu. PKI sendiri punya lambang palu dan arit. Palu merepresentasikan buruh, arit mewakili petani.

Menurut Jafar Suryomenggolo dalam Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950an (2015), dengan mengutip Everett Hawkins di artikel "Labour in Developing Economics" (1962), kaum buruh adalah golongan miskin di Jakarta. Upah mereka sangat rendah.

Sementara itu pada 1953 terjadi kenaikan harga bahan pokok. Tak heran jika pada era 1950-an Tunjangan Hari Raya (THR) sudah mulai diperjuangkan kaum buruh.

Jualan Isu Kemiskinan
Soal desa, Hasim Adnan dalam tulisannya, "Membungkam Deru Bising Drumband di Bumi Parahiyangan" yang dimuat dalam buku Sisi Senyap Politik Bising (2007) menyebut, “[...] biasanya PKI hanya akan berkembang di kawasan pedesaan yang mengalami kemiskinan endemik” (hlm. 44).

Subang dan Indramayu, misalnya, adalah daerah miskin yang diincar PKI. Tapi tentu saja PKI tak cuma mengincar daerah miskin di Jawa Barat.

“Kaum tani Indonesia yang merupakan 70 % daripada penduduk masih tetap berada dalam kedudukan budak, hidup melarat dan terbelakang di bawah tindasan tuan tanah dan lintah darat,” kata Ahmad alias Dipa Nusantara Aidit, Ketua CC PKI, dalam pidatonya yang berjudul Jalan ke Demokrasi Rakyat bagi Indonesia.

“Kewajiban kaum Komunis yang pertama-tama ialah menarik kaum tani ke dalam front persatuan nasional,” tambah Aidit.

Lebih lanjut Aidit menjelaskan bahwa kaum komunis harus mengikis sumber-sumber penderitaan petani. “Kewajiban yang terdekat daripada kaum Komunis Indonesia ialah melenyapkan sisa-sisa feodalisme, mengembangkan revolusi agraria antifeodal, menyita tanah tuan tanah dan memberikan dengan cuma-cuma tanah tuan tanah kepada kaum tani, terutama kepada kaum tani tak bertanah dan tani miskin, sebagai milik perseorangan mereka,” katanya pula.

Dari sini terlihat PKI hendak melakukan bagi-bagi tanah kepada para petani di desa-desa. Harap diingat, tidak semua petani punya sawah. Banyak juga yang jadi petani penggarap bagi lahan-lahan petani kaya atau tuan tanah. Sudah pasti kemiskinan semacam ini adalah lahan basah pagi PKI. “Langkah pertama dalam pekerjaan di kalangan kaum tani ialah membantu perjuangan mereka untuk kebutuhan sehari-hari, untuk mendapatkan tuntutan bagian kaum tani,” seru Aidit.

Seperti dicatat Satriono Priyo Utomo dalam Aidit, Marxisme-Leninisme, dan Revolusi Indonesia (2016: 119), ada jargon “Tanah untuk kaum tani” dari Barisan Tani Indonesia (BTI) dalam Kongres Nasional V 1954. Semua tahu BTI terkait dengan PKI.

Aidit tak lupa memberi patokan. Menurutnya, selama belum banyak kaum tani (terutama yang miskin dan tak bertanah) masuk ke partai dan jadi kader partai, maka itu artinya PKI belum bekerja sungguh-sungguh.

Tak hanya di tahun 1955, pada 1965 PKI juga konsisten dengan isu kemiskinan meski tidak ada rencana pemilu di periode itu. Mereka gemar mengulang program partai yang dirumuskan pada 1955.

“Semua tanah yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah asing maupun tuan-tuan tanah Indonesia harus disita tanpa penggantian kerugian. Kepada kaum tani, pertama-tama kepada kaum tani tak bertanah dan kaum tani miskin, diberikan dan dibagikan tanah dengan cuma-cuma,” demikian salah satu program PKI pada 1965.

Tentu saja tak semua orang setuju dengan ide PKI yang tak pernah terwujud ini. Tapi gagasan merangkul orang susah masih diterapkan hingga kini.

Kampanye Anti-Asing
PKI, lewat mulut Aidit dalam pidato Jalan ke Demokrasi Rakyat bagi Indonesia, menyebut: “Salah satu bentuk pertentangan dan permusuhan antara negara-negara imperialis ialah perang imperialis yang membawa kemiskinan, kesengsaraan, dan kematian berjuta-juta manusia.”

Negara imperalis era 1950-an yang dianggap mengganggu bagi PKI adalah Amerika Serikat. Menurut PKI, seperti ditulis Aidit dalam Revolusi, Angkatan Bersenjata & Partai Komunis (PKI dan AURI) II, modal asing (dari Amerika) yang masuk ke Indonesia pada 1952 ditaksir mencapai 350 juta dolar.

PKI sendiri alergi pada perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia seperti Shell, Stanvac dan Caltex. Bagi PKI, itu adalah bentuk neokolonialisme Amerika di bidang ekonomi. PKI rupanya juga ingin terlihat anti-asing di masa itu. Semangat anti-asing dan menuduh pihak asing sebagai salah satu biang kerok masalah ekonomi masih terpelihara dan masih lumayan untuk jadi isu politik hingga kini.

Seperti umumnya partai jelang pemilu, PKI juga memberi janji-janji manis. Ideologi bukan jaminan utama kemenangan dalam pemilu. Lewat koran andalannya, Harian Rakjat (28 September 1955), sehari sebelum pemilu DPR pada 29 September 1955, PKI melempar banyak janji. Tak tanggung-tanggung, PKI memaparkan 19 janji.

Janji yang banyak itu ditujukan tak hanya ditujukan kepada kaum buruh dan tani, tapi juga nelayan, pengusaha kecil, kaum perempuan, seniman, bahkan kelompok agama. Hal terakhir terasa janggal bagi orang-orang Orde Baru, karena PKI sudah terlanjur diberi citra anti-agama.

“Bagi kaum agama, memilih PKI berarti djaminan kebebasan beragama,” demikian janji PKI nomor 10 di Harian Rakjat.


Cara PKI Jualan Isu Kemiskinan dan Sentimen Anti-Asing



Janji yang paling krusial tentu janji soal kesejahteraan ekonomi. Seperti janji nomor 3: “Bagi kaum tani, memilih PKI berarti turunnja sewa tanah tuan-tanah, perbaikan upah buruh-tani, pentjegahan perampasan tanah kaum tani, hapusnja pologoro dan hapusnja rodi.”

Sementara bagi kaum nelayan, dalam janji No. 12 disebutkan, “memilih PKI berarti perlindungan terhadap saingan modal monopoli.”

Tak hanya kepada kaum-kaum tadi yang hingga kini masih sengsara hidupnya, para abdi negara pun tak luput diberi janji. “Bagi para pradjurit, polisi dan pegawai negeri lainnja, memilih PKI berarti djaminan hak-haknja dan perbaikan gadji,” begitu bunyi janji nomor 4.

Jurus berjanji ala PKI macam ini masih diterapkan hingga sekarang. Siapa yang tak suka gajinya diperbaiki agar besar, apalagi kalau ditambah tunjangan-tunjangan? Bukan tidak mungkin banyak PNS yang akan memilih PKI jika macam ini janjinya.


https://tirto.id/cara-pki-jualan-isu...nti-asing-dev6